Seputar Peradilan

Perpisahan dan Pelepasan Hakim

Kalianda, Rabu tanggal 28 Februari 2018 bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Kalianda dilaksanakan acara Pelepasan dan Perpisahan Hakim H. Martomo, S.H.I., M.A., Acara tersebut  dihadiri oleh para Hakim, Pejabat Fungsional dan struktural serta Seluruh Pegawai Pengadilan Agama Kalianda.

Kalaulah tidak ada manisnya perjumpaan tentu tak akan kami rasakan getirnya perpisahan, itulah pepatah yang sangat tepat mewakili perasaan seluruh pegawai Pengadilan Agama Kalianda ujar Hakim Pengadilan Agama Kalinda H.Dede Andi, S.H.I., M.H. mewakili kesan dari seluruh Pegawai Pengadilan Agama Kalianda, selain sebagai hakim beliau adalah imam mesjid istiqlal yang tidak diragukan lagi keilmuannya, kita pernah belajar tahsinul Qur’an juga banyak masyarakat yang menangisi perpisah ini karena berkat beliau banyak masyarakat yang jarang ke mesjid menjadi rajin ke mesjid karena ajakannya di pengajian yang beliau isi di Mesjid kubah Intan Kalianda.  Saya sebagai saksi hidupnya, ujarnya. 

Selanjutnya pesan kami dari seluruh Pegawai Agama Kalianda jaga silaturahim, kalaupun tidak tatap muka paling tidak silaturahim bisa via Whatsapp, Facebook, BBM dan lain-lain. Dan sebagai manusia biasa tentu dalam bergaul dan bekerja tentu ada salah dan khilap mohon dimaafkan, imbuhnya menutup sambutan.

Kemudian pesan dan kesan dari Hakim yang mutasi H. Martomo, S.H.I., M.A.,  Dalam pesan dan kesan tersebut beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Pimpinan atas bimbingan selama mengabdi di Pengadilan Agama Kalianda, dan ucapan terima kasih kepada pegawai Pengadilan Agama Kalianda atas kerja samanya. Selain itu juga menyampaikan Permohonan maaf apabila selama di Pengadilan Agama Kalianda ada kekhilafan yang disengaja maupun tidak disengaja dan mohon do’a restu untuk melanjutkan tugas ditempat yang baru.

Ketua Pengadilan Agama Kalianda Dra. Hj. Sartini, S.H., M.H. berkesempatan menyampaikan sambutan, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa acara perpisahan ini ada dua dimensi rasa, rasa gembira dan rasa sedih, gembira karena ikut merasakan kegembiraan yang mutasi karena lebih dekat dengan keluarga, mutasi ke Rangkas Bitung di Pulau Jawa yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, dan beliau bisa mendapatkannya, itulah kegembiraannya, sedangkan sedih karena harus berpisah dan kehilangan hakim yang dirasakan manfaatnya selain oleh aparatur Pengadilan Agama Kalianda juga oleh masyarakat sekitar karena keilmuan beliau. Bahkan secara pribadi Bupati Lampung Selatan meminta yang bersangkutan agar misbar menjadi pegawai Pemda Kabupaten Lampung Selatan, Akan tetapi apapun itu haruslah tetap disyukuri, karena semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah bagian taqdir dari Allah SWT. Kita hanya tinggal menjalani dan senantiasa bersyukur atas segala kenikmatan yang telah kita dapat selama ini. Di akhir sambutannya beliau berpesan agar di tempat yang baru bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab, profesional dan ikhlas sehingga semuanya akan menjadi berkah. Ujarnya menutup sambutan.

Acara terakhir adalah penyerahan cindera mata kepada Hakim yang mutasi dan di tutup dengan Do’a yang dipimpin oeh Warhan Latief, S.Ag., M.H. serta dilanjutkan dengan foto bersama.